Kesakralan Kubah Masjid Demak

Kubah Masjid Punden Berundak – Kali ini ada sebuah artikel tentang bangunan masjid Demak yang menonjolkan arsitekturnya bangunan perpaduan antara budaya Hindu-Islam. Bentuk Masjid Demak merupakan sebuah manifestasi dari wujud sebuah gunung yang kemudian direpresentasikan ke dalam bentuk atap tajuk yang mewakili kesan keramat dalam pemaknaanya.

Bagi masyarakat kuno, punden berundak mempunyai makna dari sebuah gunung yang dianggap sebagai tempat bersemayam para dewa, mahkluk yang memiliki kuasa dan kehendak atas dunia ini. Sedangkan bangunan dengan atap bentuk tajuk, mengandung unsur makna terkait sebuah perwujudan bentuk sebuah gunung, karena menjadi pilihan utama dalam rangka menghadirkan suasana keramat.

Kesakralan Kubah Masjid Demak

Mengapa atap bengunan kubah masjid di buat berlapis? Karena adanya faktor teknologi dan keterbatasan material menjadi hal yang serius bagi sebuah bangunan yang menjadi wadah aktifitas peribadatan untuk beragama. Sedangkan atap tumpang tiga dengan sebuah mustaka di puncaknya mungkin mentransfer dari kebudayaan Hindu Jawa, terutama bangunan candi. Sehingga kalau kita lihat pada zaman modern, aka nada toleransi antar umat beragama serta terciptanya rasa kerukunan diantara mereka tatkala mengetahui begitu kental akan unsur sejarah di masa lampau. Mengingat kehadiran Masjid Demak dengan bentuk kubah masjid punden berundak mengandung makna yang sakral untuk di ketahui oleh umat Islam pada era sekarang.

Sekian sebuah artikel dari saya tentang Masjid Demak dengan kubah masjid punden berundak mengandung makna seperti yang dijelaskan diatas. Semoga bermanfat dan terima kasih.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *